Senin, 05 Apr 10 - 14:33
Posted By MyDiskon Education
Ujian Nasional (UN) utama SMA, SMK, MA di wilayah Jawa Timur tidak ada yang terindikasi melakukan kecurangan pada UN yang digelar Senin (22/03) hingga Jumat (26/03). Informasi ini langsung dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Menurut Koordinator Tim Pengawas dan Tim Pemantau Independen (TPI) UN SMA Jawa Timur, Syafsir Akhlus di Surabaya, ia mendapat konfirmasi dari BSNP bahwa sekolah di Jatim putih alias tidak ada yang terindikasi curang. Kabar ini sekaligus sebagai tindak lanjut atas kabar sebelumnya yang mengindikasikan jika beberapa sekolah di Jatim melakukan kecurangan, sehingga perlu diadakan lagi ujian pengganti.
Sehari sebelumnya, dari pemantauan hasil pemindaian (scanning) terhadap Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN), ditemukan adanya indikasi kecurangan pada beberapa sekolah di Jatim. Dari hasil scanning, ditemukan adanya kesamaan jawaban dari beberapa siswa di beberapa mata pelajaran. Selain itu, tim pemantau juga menemukan 12 versi kunci jawaban ilegal yang sudah diserahkan BSNP.
"Kita sudah melaporkan temuan kecurangan pada 12 versi kunci jawaban ilegal di Jatim ke BSNP dan setelah diverifikasi ada beberapa versi kunci jawaban ilegal yang tingkat akurasinya tinggi," kata Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).
Setelah dilakukan kroscek ke lapangan, pihaknya bersama tim, menduga ada sebanyak lima sekolah yang terdampak melakukan kecurangan pada kunci jawaban ilegal. Kabar tidak ditemukannya indikasi melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN tahun ini disambut positif pengamat pendidikan yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Isa Anshori. Isa menyatakan salut dan menghargai kinerja pada berbagai pihak dalam menyukseskan penyelenggaraan UN tahun ini.
Meski demikian, ia juga akan memberikan beberapa catatan penting yang harusnya menjadi perhatian dalam pelaksanaan UN tahun depan. Di antaranya, masalah pembagian soal yang beberapa kali ditemukan tidak sesuai jumlah. “Ada amplop yang seharusnya berisi 20 soal tapi hanya berisi 19 soal. Ini yang seharusnya jadi perhatian serius pihak penyelenggara tahun depan agar lebih baik dalam melaksanakan UN,” ujarnya. (mkl)
Kategori : Pendidikan
Promosi MyDiskon Telecommunication
Promosi MyDiskon Telecommunications
Promosi MyDiskon Telecommunications
Promosi MyDiskon Telecommunications
Promosi MyDiskon Telecommunications