About Us Product & Services FAQ Contact Us
Sabtu, 19 Mei 2012
Search
Detail News > National
Rabu, 26 Mei 10 - 14:09 Posted By MyDiskon Economy
Tahun 2011, Jatim menargetkan di semua desa terdapat Koperasi Wanita (Kopwan), utamanya di daerah nelayan. Sebab, mayoritas nelayan di Jatim merupakan masyarakat dalam kategori miskin yang cenderung meminta bantuan renteneir (Bank Thitil) dalam mengembangkan usahanya, sehingga terlilit dengan hutang-hutang karena bunga yang tinggi

Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo dalam interaktif di sebuah radio di Surabaya, menuturkan, Jatim termasuk provinsi koperasi terkuat di Indonesia. Salah satu yang mendorong tercapainya predikat itu adalah tingginya kepedulian pemerintah terhadap perkembangan koperasi.

Modal dari kopwan dibantu oleh pemprov tentu dengan bunga relatif rendah. Ini akan lebih membantu para pengusaha mikro kecil dan menengah di Jatim. Sementara pemberian dana hibahnya, setiap koperasi mendapatkan Rp 25 juta. Pada tahap pertama hingga 2009, pemberian dana hibah bagi koperasi wanita itu berdasar tingkat kebutuhan dan kesiapan dalam pengelolaan.

Bila pada tahun pertama sukses, maka modal tersebut ditambah lagi Rp 25 juta sehingga berjumlah Rp 50 juta. “Idealnya modal koperasi sebesar Rp 100 juta. Karena itu, sisanya Rp 50 juta per koperasi akan dimintakan ke pemkab/kota atau ke Kementerian Negara Koperasi dan UKM," ujarnya.

Untuk penyaluran dana hibah bagi kopwan tahun ini skemanya diubah, yakni melalui transfer langsung pada rekening kopwan. Ini dilakukan agar pembagian dana dapat lebih efektif dan dapat langsung dimanfaatkan oleh pihak pengurus kopwan.

Pada dialog, gubernur juga menyinggung upaya lain dalam memerangi Bank Thitil, antara lain diwujudkan dalam bentuk perluasan pemberian landing kredit kepada masyarakat khususnya UMKM. Terlebih, pemprov telah mendirikan jaminan untuk usaha yang fleksibel tapi tidak bankable untuk UKM.

Gubernur menjelaskan, total dana pihak ketiga di Jatim tahun 2009 sebesar Rp 123 triliun. Terdapat Rp 51 triliun yang idle atau belum dimanfaatkan sebagai landing credit,. “Ini karena belum ada jaminan dari perbankan, untuk itu Jamkrida berperan sebagai penghubung antara pengusaha dan perbankan”, ujar gubernur

Indikator ekonomi Jawa Timur pada tahun 2009 yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi 5,01%, inflansi 3,4%, NPL 3k,15 serta pertumbuhan kredit 11,34% serta tingkat pengangguran terbuka 5,34%, merupakan indikator yang baik bagi pertumbuhan Jatim. Bahkan tahun 2010 -2011 pertumbuhan Jatim ditargetkan mencapai 6%-6,5%. (mkl)
Kategori : Ekonomi
Promosi MyDiskon Economy
Promosi MyDiskon Culture
Promosi MyDiskon Environment
Promosi MyDiskon Environment
Promosi MyDiskon Politic
Share
 
Archive
Categories
Login Here

Email
Password
   Forget Password ?
Mitra Diamond
promosipromosi
<< Previous Play > Stop Next >>
Cari Iklan
Mitra Premium
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosi
<< Prev Play > Stop Next >>
News
Promo Iklan