Kamis, 17 Jun 10 - 14:04
Posted By MyDiskon Environment
Untuk memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang biasa diperingati pada 5 Juni, Pemprov Jatim melalui badan Lingkungan Hidup (BLH) bakal menggelar peringatan yang direncanakan akan digelar di Ngantang, Selorejo, Kabupaten Malang. Rencana lokasi ini telah disepakati oleh sejumlah pimpinan BLH Jatim dan masih menunggu keputusan dari Gubernur Jatim, Dr Soekarwo.
Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat BLH Jatim, Putu Artha Giri saat dikonfirmasi, menjelaskan, memang target peringatan tahun ini difokuskan di Selorejo. Namun, untuk alternatif lokasi yang kedua, yakni di Arboretum, Sumber Brantas, Kota Batu.
“Dalam minggu ini kami akan melakukan audiensi dengan pak gubernur untuk memastikan lokasi, apakah dilakukan di Selorejo atau kembali di Arboretum. Untuk waktu pelaksanaan belum bisa dipastikan karena harus menyesuaikan dengan agenda gubernur. Yang pasti akan dilaksanakan pada awal Juli,” ujarnya.
Ia menuturkan, jika merujuk dari permintaan gubernur pada peringatan tahun 2009 di Arboretum, peringatan tahun ini diharapkan kembali digelar di lokasi yang sama. Ini dikarenakan, saat di Arboretum dilakukan beberapa MoU dengan Perum Perhutani unit II Jatim, Perum Jasa Tirta (PJT) I, dan Pemkot Batu untuk melakukan konservasi Sumber Mata Air Brantas dengan melakukan penanaman pohon.
Menurut dia, tujuan Gubernur untuk tetap melakukan peringatan di Arboretum yakni untuk memantau perkembangan dari upaya kesepakatan konservasi. Namun dengan dirancangnya kegiatan serupa di Selorejo juga diharapkan dapat dilakukan upaya serupa terkait konservasi sumber daya air, di mana di Selorejo terdapat waduk.
Kegiatan dalam memeringati Hari LH ini, pihaknya bakal menggelar kembali Kemah Hijau seperti tahun lalu. Mengenai konsep acara Kemah Hijau tetap sama dengan tahun lalu meski ada penambahan acara baru untuk memeriahkan kegiatan. Bahkan, dari hasil koordinasi dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), tahun ini pelaksanaan Kemah Hijau direncanakan digelar untuk tingkat nasional.
“KLH ingin Kemah Hijau ini tetap digelar di Jatim dengan skala nasional dan diikuti oleh peserta se-Indonesia,” ujarnya.
Putu megatakan, jika kegiatan jadi ditingkatkan untuk skala nasional, maka persiapan harus lebih maksimal, dan saat audiensi dengan gubernur tawaran KLH ini juga akan dikonsultasikan.
Acara Kemah Hijau tahun lalu diikuti sekitar dua ratus siswa terbaik dalam bidang lingkungan hidup dari SMP dan SMA terpilih se-Jatim yang berhasil dalam program Adiwiyata di kab/kota masing-masing. Saat itu, para peserta diwajibkan untuk membawa media pameran dua dimensi tentang program-program ramah lingkungan yang dilaksanakan di sekolah masing-masing untuk dipamerkan selama kegiatan berlangsung. (mkl)
Kategori : Lingkungan
Promosi MyDiskon Environment
Promosi MyDiskon Environment
Promosi MyDiskon Environment
Promosi MyDiskon Culture
Promosi MyDiskon Economy