Kamis, 09 Sep 10 - 16:44
Posted By MyDiskon Culture
Hasil hisab yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Prov Jatim) menunjukkan jatuhnya 1 syawal atau lebaran 1431 hijiriah jatuh pada Jumat (10/09).
Kepala Seksi Pengembangan Kemitraan Umat, Kanwil Kemenag Prov Jatim, H Abdu Hafid SH MHi, mengatakan, pada saat ini menurut perhitungannya bahwa nanti sore hilal masih berasa di posisi minus dua derajat di bawah ufuk, sehingga dipuasa pada ramadhan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. ”Diperkirakan pada Kamis Magrib nanti, hilal berada di plus tiga derajat di atas ufuk,” katanya.
Namun, untuk memastikan bahwa hilal kelihatan, Kamis besok pihaknya akan melakukan rukyat di dua tempat di Jatim. Tempat pertama, yakni di Masjid Al Akbar Surabaya dan Pantai Gebang Bangkalan. Untuk melaksanakan rukyat, Kanwil Kemenag bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo pusat) dan obsevarium poska ITB. Hasil Rukyat ini akan dilaporkan langsung ke Keminfo pusat, sebab Kanwil Kemenag, menggunakan sistim online, sehingga hasilnya dapat diterima langsung di Kominfo Pusat.
Berbeda dengan lokasi rukyat saat penentuan lebaran ini dengan lokasi rukyat untuk menentukan awal puasa. Bila penentuan awal puasa dilakukan di Bukit Condro Dipo Gresik, tempat ini dinilai terlalu ramai pengunjung. Adanya kondisi seperti ini, menggangu kabel server yang digunakan untuk rukyat. Untuk itu, Kemenag memilih Majid Al Akbar Surabaya dan Pantai Gebang Bangkalan.
Dikatakannya, lebaran tahun ini diperkirakan datang bersamaan antara Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Pemerintah. Sebab, hasil hisab yang dilakukan oleh masing-masing ormas Islam tersebut menunjukkan hasil yang hampir sama.
Sementara itu, Muhammadiyah juga memastikan lebaran tahun ini atau 1 Syawal 1431 hijiriah jatuh pada Jumat (10/9). Penentuan ini berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tarjid Pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Tatim) pada 20 Juni lalu.
Ketua Majelis tarjid dan Tarjih PWM Jatim, Prof Ali Mufrodi mengatakan, ijtimak akhir Ramadhan terjadi pada Rabu (8/9) 2010 dan bertepatan dengan 29 ramadhan 1431 hijiriah pukul 17:31 WIB.
Selain itu, saat matahari terbenam pada Rabu (8/9) pukul 12.29 WIB, hilal (bulan) masih di bawah ufuk antara -2 derajat, 5 menit 53.27 detik sampai dengan -2 derajat, 12 menit, 51 detik. Sedagkan pada kamis saat Magrib diperkirakan ijtimak sudah berada pada + 3 derajat. Untuk itu usia bulan Ramadhan ini genap berusia 30 hari.
Menurutnya ada dua metode dalam menetapkan awal bulan Hijriah, yakni rukyat dan hisab. Keduanya perpijak pada hadist Rosulullah shamu lirukyatihi wa afiru lirukyatihi. Perintah rukyatullah untuk memperoleh kepastian awal Ramadhan dan 1 Syawal, saat itu dilakukan secara langsung dengan mata telanjang.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan selain rukyat bilain dilakukan rukyat bililmi (rukyat dengan perhitungan ilmiah) yang lebih dikenal dengan ilmu hisab atau ilmu falaq. Dalam sistim rukyat bilain mengharuskan melihat hilal pada tanggal 29 Bulan Qamariyah. Apabila hilal dapat dilihat ketika matahari terbenam malam itu, maka besoknya dinyatakan sebagai bulan baru. (mkl)
Kategori : Budaya