About Us Product & Services FAQ Contact Us
Minggu, 14 Maret 2010
Search
Detail News > National
Sabtu, 04 Jul 09 - 11:03 Posted By MyDiskon Economy
Dampak krisis global pada negera berkembang cukup membahayakan. Ini menyebabkan berkurangnya pendapatan dan menyempitnya lapangan pekerjaan, sehingga akan tumbuh menjamur pengangguran.

Menurut pengamat ekonomi, Makarim Wibisono, saat ini banyak pekerja mengalihkan pekerjaannya dari berpenghasilan besar menjadi berpendapatan kecil. Bahkan ada yang sebelumnya bekerja di kota kemudian balik mudik bekerja di pedesaan.

Dampak krisis itu lebih dulu melanda negara Cina yaitu sekitar 20 juta pekerja menganggur. Akibatnya, terjadi kemunduran di bidang pengentasan kemiskinan.

Selain itu, kata Makarim, berpengaruh pada program penurunan kematian bayi dan ibu hamil serta perbaikan lingkungan hidup juga menjadi imbas dari krisis tersebut. Beban negara berkembang akibat krisis global itu berpengaruh pada berbagai sumber, di antaranya, menurunnya secara signifikan perdagangan dunia.

Guncangan harga-harga komoditi, meningkatnya bunga pinjaman, anjloknya kiriman uang dari tenaga kerja migran dan menyusutnya bantuan luar negeri dari otonomi daerah (Oda). Dana pembiayaan pembangunan dari luar negeri (External) merosot tajam, di tahun 2007 tercatat 1triliun dolar AS.

Modal masuk ke negara-negara berkembang menjadi kurang dari 500 miliar dolar AS di tahun 2008. Merosotnya jumlah dana pinjaman external itu dapat mempengaruhi proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang pada gilirannya mempengaruhi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Sektor ekonomi nasional menyusut tajam karena permintaan pasar dunia menurun drastis. Bagi negara berkembang, pendapatan nasionalnya tergantung pada ekspor komoditi tertentu akan sangat terpengaruh.

Harga minyak bumi merosot tajam lebih dari 70 persen dari harga puncak. Demikian juga dengan harga hasil tambang menurun 50 persen, pola yang sama juga menyentuh harga komoditi lain, akhirnya berdampak pada pendapatan negara akan menyusut.

Sementara anggota Komisi I DPR-RI, Abdillah Toha, mengatakan, krisis ekonomi global, sumber masalahnya ada di negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Negara-negara berkembang hanya korban sehingga harus ada komitmen lebih besar dari negara maju tersebut.

Di negara-negara maju, krisis keuangan berdampak pada krisis ekonomi, sementara di negara berkembang termasuk Indonesia, krisis ekonomi adalah imbas dari negara maju, sehingga adanya capital outflow 500 miliar dolar AS ke Amerika serikat.

Sementara dampak krisis global terhadap Indonesia di antaranya terjadinya penurunan pada tingkat ekspor sebesar 25 persen dan penurunan pertumbuhan ekonomi dari 6,2 persen pada tahun 2008 menjadi 4,5 persen pada tahun 2009. Devisit APBN bertambah dari Rp94,5 triliun (UU APBN P 2008) menjadi Rp133,1 triliun (UU APBN P 2009), pertambahan utang dan pertambahan angka pengangguran sekitar 400 ribu tenaga kerja. (ant/mkl)
Kategori : Ekonomi
Share
 
Archive
Categories
Login Here

Email
Password
   Forget Password ?
Mitra Diamond
promosipromosi
<< Previous Play > Stop Next >>
Cari Iklan
Mitra Premium
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosipromosi
promosi
<< Prev Play > Stop Next >>
News
Promo Iklan