Rasa Cemas
oleh
Merry Januar Fristiana S.Kep., Ns
(STIKES Surabaya – S1 Keperawatan)
Anda cemas, boleh-boleh saja kok! Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Rasa khawatir, gelisah, takut, was-was, tidak tentram, panik dan sebagainya merupakan gejala umum akibat cemas. Karena seringkali "cemas" menimbulkan keluhan fisik berupa berdebar-debar, berkeringat, sakit kepala, bahkan gangguan fungsi seksual dan beragam lainnya. Begitu banyak manifestasi gejala akibat cemas. Begitu banyak juga penderita yang terkecoh, menganggap fisiknya yang sakit, sehingga mereka gonta-ganti dokter dan bahkan ada yang minta bantuan dukun. Dengan begitu, bahwa "cemas" menjadikan seseorang tidak rasional lagi. Karena itu, selagi anda masih dapat berpikir rasional, kenalilah gejala "cemas" yang sakit itu.
Kecemasan pada umumnya berhubungan dengan adanya situasi yang mengancam atau membahayakan. Dengan berjalannya waktu, keadaan cemas tersebut biasanya akan dapat teratasi sendiri. Namun, ada keadan cemas yang berkepanjangan, bahkan tidak jelas lagi kaitannya dengan suatu faktor penyebab atau pencetus tertentu. Hal ini merupakan pertanda gangguan kejiwaan yang dapat menyebabkan hambatan dalam berbagai segi kemampuan dan fungsi sosial bagi penderitannya.Sedangkan cemas yang sakit merupakan respon terhadap adanya bahaya yang lebih kompleks, tidak jelas sumber penyebabnya, dan lebih banyak melibatkan konflik jiwa yang ada dalam diri sendiri. Sebenarnya, diantara berbagai jenis gangguan cemas, yang umum dikenal adalah gangguan panik dan gangguan cemas menyeluruh.
Anxietas
Cemas itu timbul akibat adanya respons terhadap kondisi stress atau konflik. Rangsangan berupa konflik baik yang datang dari luar maupun dalam diri sendiri, itu akan menimbulkan respon dari sistem saraf yang mengatur pelepasan hormon tertentu. Maka muncul perangsangan pada organ-organ seperti lambung, jantung, pembuluh darah maupun alat-alat gerak. Apakah seseorang akan mengalami anxietas atau tidak dan berapa beratnya, sangat tergantung pada berbagai faktor. Faktor itu ada yang bersumber pada keadaan biologis, kemampuan beradaptasi / mempertahankan diri terhadap lingkungan yang diperoleh dari perkembangan dan pengalamannya, serta adaptasi terhadap rangsangan, situasi atau stressor yang dihadapi.
Setiap anxietas selalu melibatkan komponen kejiwaan maupun organobiologik walaupun pada tiap individu bentuknya tidak sama. Penderita ada yang mengeluh menjadi sering kencing atau malah sulit kencing, mulas, mencret, kembung, perih, di lambung, keringat dingin, berdebar-debar, darah tinggi, sakit kepala dan sesak napas. Pada sistem alat gerak dapat timbul kejang-kejang, nyeri otot, keluhan seperti rematik dan lainnya. Pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan kepanikan. Dengan demikian, hilang - timbulnya serangan anxietas menjadi siklus yang semakin lama semakin berat sehingga dapat menyebabkan penderita jatuh ke kondisi yang sangat buruk.
Traumatik
Pada orang-orang yang menderita kecemasan menyeluruh, penghayatan terhadap kecemasannya secara subyektif lebih dirasakan daripada keluhan-keluhan fisik seperti berdebar-debar dan lainnya. Hal buruk lainnya, terutama bagi pelajar atau orang aktif, dengan adanya anxietas adalah terganggunya proses pikir, konsentrasi yang dengan sendirinya juga menganggu proses belajar dan persepsi. Keadaan ini akan menimbulkan hambatan dalam tugas dan kehidupan sehari-hari. Selain itu orang yang dalam keadaan takut dan cemas cenderung untuk selektif dalam berpikir dan menjadi tidak tajam pengamatannya terhadap hal-hal lain, kecuali akan hal-hal yang menghantui pikirannya dan kecemasannya.
Akibatnya timbul sikap apriori dan berprasangka. Keadaan traumatik menyebabkan penderita cenderung untuk mengaitkan serangan panik dengan situasi yang dianggap berkaitan datangnya serangan, misalnya kalau berada di tempat ramai, terjebak di kemacetan, bepergian sendiri dan sebagainya. Dengan demikian, bahwa gangguan panik berlanjut disertai agorafobia. Sementara itu, pada gangguan cemas menyeluruh (GCM) biasanya mengalami gangguan yang berlangsung menahun. Keluhan Utama yang menonjol adalah kecemasan / kekuatiran yang berlebihan mengenai berbagai hal yang sebenarnya tidak beralasan.
Kecemasan itu tidak hanya datang sesekali, tapi hampir setiap waktu, lebih dari enam bulan. penderita GCM biasanya tidak dapat tenang, resah, gemetaran, cepat lelah, otot terasa sakit atau tegang disertai gejala saraf otonom seperti keringat dingin dan lainnya. Penderita menjadi lebih peka sehingga seringkali mengeluh mudah terkejut, merasa terpojok, cepat tersinggung, susah konsentrasi dan tidur yang terganggu. Dengan mengenali gejala-gejala tersebut timbul, mungkin anda tidak akan terkecoh lagi dengan gangguan fisik akibat kecemasan yang tidak rasional, sehingga anda bisa langsung minta bantuan dokter ahli jiwa dan solusinya bisa anda akses di www.aslinoni.com.
Bagi masyarakat luas yg ingin berkonsultasi dgn perusahaan rekanan MyDiskon.com, baik tentang pertanyaan seputar tips, problem dan lainnya sesuai dengan kategori mereka, silakan kirimkan pertanyaan anda via email di: support@MyDiskon.com atau fax ke: (031) 592-9531 dan akan kami tampilkan di kolom ini.